- PT Link Net Tbk Gelar Program Penanaman 10.000 Bibit Pohon di Sumatera
- Heboh AI Ciptakan Virus Untuk Melawan Infeksi Kronis
- Megawati Dorong Pemuda Berani Lawan Ketidakadilan dan Membela Rakyat
- Menaker Yakin KEK Berdampak Positif Terhadap SDM Indonesia
- Presiden Prabowo Subianto Umumkan Sekolah Rakyat Berhasil Menjangkau 44 Ribu Anak
PT Link Net Tbk Gelar Program Penanaman 10.000 Bibit Pohon di Sumatera
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah sedang berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi isu kerusakan lingkungan di negara Indonesia.
Sebagai informasi bahwa definisi dari kerusakan lingkungan sendiri ialah proses penurunan kualitas mutu lingkungan yang ditandai dengan sejumlah gejala seperti rusaknya sumber daya alam (air, tanah, dan udara), rusaknya ekosistem lingkungan, dan punahnya flora dan fauna.
Diketahui, terdapat dua faktor yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yakni faktor aktivitas manusia dan fenomena alam.
Meskipun terdapat dua faktor penyebab kerusakan lingkungan, tetapi faktor utama yang paling sering terjadi yakni karena ulah aktivitas manusia, seperti pembalakan liar atau penebangan pohon secara masif tanpa adanya reboisasi, pembakaran hutan secara liar, pencemaran limbah industri dan rumah tangga, eksploitasi tambang ilegal, dan penggunaan bahan kimia secara berlebihan.
Kerusakan lingkungan harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan seluruh warga negara Indonesia, karena kerusakan lingkungan akan berdampak negatif signifikan terhadap kehidupan manusia.
Dampak negatif dari kerusakan lingkungan sendiri ialah seperti meningkatkan pencemaran penyakit atau wabah penyakit, akumulasi racun yang meningkat, meningkatkan potensi bencana banjir dan tanah longsor, meningkatkan krisis iklim dan cuaca yang ekstrim, penurunan kualitas pertanian dan perikanan, dan kerugian ekonomi serta kerusakan infrastruktur.
Contoh nyata dari adanya dampak negatif kerusakan lingkungan terhadap kehidupan manusia yakni baru-baru ini, terdapat sejumlah fenomena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah, dan fenomena tersebut sangat merugikan masyarakat sekitar karena banyak yang terkena penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan tersendatnya aktivitas masyarakat akibat tebalnya kabut asap kebakaran di jalanan.
Karena tingginya kerusakan alam di negara Indonesia, oleh karena ini saat ini pemerintah telah menggelar sejumlah program untuk mengatasi hal tersebut.
Sejumlah pakar mengklaim bahwa kerusakan lingkungan bukan sepenuhnya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan seluruh pihak yang tinggal dan hidup di Tanah Air harus turut merawat, menjaga, dan melestarikan lingkungan.
Baru-baru ini, pihak PT Adi Askara Bumi atau PT Link Net Tbk telah resmi menggelar program berkelanjutan melalui penanaman 10.000 bibit pohon di Kawasan Arboretum Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU), Kampus 2 Kwala Bekala, Kabupaten Deli Sedang, Sumatera Utara.
Dalam kegiatan tersebut, PT Adi Askara Bumi juga turut menggandeng para mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proses penanaman tersebut, dan program penghijauan dijuluki dengan “Connecting Future Talent, Growing a Greener Nation”.
Dalam pelaksanaannya, program penghijauan tersebut dibagi menjadi sejumlah blok tematik yang masing-masing sekitar 2.000 bibit dalam setiap blok nya.
Berbagai bibit yang ditaman tersebut meliputi kemenyan, tanaman langka konservasi, tanaman Multi-Purpose Tree Species (MPTS) untuk pengembangan agroforestri, makadamia yang memiliki nilai ekonomi, dan tanaman endemik Sumatera.
CEO & President Director PT Link Net Tbk Kanishka Wickrama mengatakan, penanaman berbagai jenis tanaman tersebut juga mempunyai maksud dan tujuannya masing-masing, yakni seperti kemenyan ditanam untuk dijadikan obat dan bahan baku parfum maupun dupa. Tanaman langka bertujuan untuk mendukung konservasi habitat asli hutan, tanaman agroforestri bertujuan untuk bahan pembelajaran para mahasiswa dalam mengembangkan potensi dan penelitian mereka.
Kanishka Wickrama menjelaskan, setiap kali jaringan baru Linknet menjangkau lebih banyak rumah, kami ingin hal tersebut diimbangi aksi nyata untuk bumi. Di Deli Serdang, bersama USU dan melibatkan banyak mitra, kami menanam pohon sekaligus menyiapkan talenta digital muda yang kelak menjaga masa depan Indonesia.
Menurut Kanishka Wickrama, pihaknya telah melakukan program penghijuan sejak tahun 2025, dan setiap tahun program tersebut selalu dijalankan dengan lokasi dan konsep yang berbeda-beda.
Kanishka Wickrama mengaku bahwa pihaknya akan memperluas penanaman pohon di sejumlah daerah hingga mencapai target 50.000 pohon di delapan lokasi, dan target tersebut diestimasikan selesai pada akhir tahun 2026.
Kerja Sama
Kanishka Wickrama mengatakan, program penghijauan dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak terkait, yakni seperti Kementerian Kehutanan, sejumlah Universitas, dan PT Pertamina Patra Niaga.
President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi PT Link Net Tbk karena telah menggelar sejumlah aksi kepedulian sosial dan lingkungan.
Menurut Agus Mashud, program kepedulian sosial dan lingkungan tersebut sangat selaras dengan program pemerintah tentang CSR (Corporate Social Responsibility) dan SDGs (Sustainable Development Goals).
Sebagai informasi bahwa program CSR merupakan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, sedangkan SGDs merupakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Program CSR sendiri telah resmi diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT), PP No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Soail dan Linngkungan Perusahaan.
Sedangkan, SDGs telah resmi diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 dan Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2022.